Pelaku Penganiaya Nenek Hingga Meninggal Dunia, Mengalami Keterbelakangan Mental

Tribratanews.salatiga.jateng.polri.go.id

Polres Salatiga – Mbah Harni, Umur 60 Th, Agama Islam, Tidak Bekerja, Alamat Kp. Klampeyan Rt. 03 Rw.01 Kel. Noborejo Kec. Argomulyo Kota Salatiga, ditemukan oleh Saksi Partinah, Agama Islam, Pekerjaan Buruh Harian Lepas, Alamat Jagalan Rt. 03 Rw. 05 Kel. Cebongan Kec. Argomulyo Kota Salatiga dalam keadaan tegeletak dan merintih kesakitan saat pulang dari berkerja dan diduga habis dianiaya oleh DAS (Mengalami Keterbelakangan Mental/Ideot), Umur 25 Tahun, Agama Islam, Tidak Bekerja, Alamat Kp. Jagalan Rt. 03 Rw. 05 Kel. Cebongan Kec. Argomulyo Kota Salatiga, pada hari Senin tanggal 25/11/2019

Menurut Partinah, sebelum kejadian atau pada hari Senin tanggal 25 November 2019 sekira Pukul 09.00 Wib, dirinya meninggalkan rumah untuk bekerja di Warung Mie Ayam Bakso milik Sriyanto yang terletak di dekat Formulatrix ikut Kp. Jagalan Kel. Cebongan Kec. Argomulyo Kota Salatiga, dan ketika meninggalkan rumah untuk bekerja, yang berda dirumah adalah korban atau Harni, bersama dengan yang diduga pelaku atau DAS, saat itu melihat korban sedang menyapu, sedangkan pelaku berada didepan rumah bersama-sama dengan warga atau tetangga.

Kemudian sekitar pukul 16.30 Wib atau ketika pulang dari bekerja sampai dirumah melihat pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka, dan melihat korban dalam posisi tergeletak dilantai serta merintih-rintih kesakitan.

engetahui hal tersebut selanjutnya menghubungi tetangganya bernama Jumyati (Saksi 2 ) untuk datang kerumahnya, guna menggeser posisi korban agar tidak berada didepan pintu, sesudah menggeser korban bersama Jumyati selanjutnya mencari anak korban yaitu Marsudiyono alias Eko yang bekerja di Depo Pasir Jagalan dan langsung mengajak pulang dengan menyampaikan apa yang terjadi pada korban.

Selanjutnya bersama Marsudiyono meminta tolong kepada tetangganya bernama Prapto untuk membawa Korban ke rumah sakit untuk berobat, sempat dibawa ke Puskesmas Cebongan dan RS DKT namun karena Kamar Rawat Inap Penuh selanjutnya dibawa ke RSPAW dr Ario Wirawan Ngawen dan saat itu korban masih dalam keadaan hidup.

Setelah mendapatkan perawatan sekitar pukul 17.00 Korban dinyatakan meniggal dunia dengan beberapa luka diduga bekas peganiayaan yang dilakukan oleh DAS yaitu lebah dikedua belah mata dan bagian mulut mengeluarkan darah.

Atas kejadian tersebut Polsek Argomulyo yang dipimpin langsung Kamit Reskrim Iptu Sunarto SH mendatangibTKP (Tempat Kejadian Perkara) guna melakukan olah TKP, Mengumpulkan dan Mencatat Bahan Keterangan dari Para Saksi, untuk melakukan langkah tindak lanjut.

Dari hasil keterangan sementaa Korban pengaiayaan diduga dilakukan oleh DAS (Mengalami Keterbelakangan Mental) dan atas peristiwa tersebut dari pihak Korban yaitu anaknya yang bernama Marsudiyono menerima hal tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut pelaku yang memang sudah dikenal baik seluruh keluarganya yang mengalami keterbelakangan mental, hal tersebut diwujudkan dalam bentuk surat pernyataan.

Ditempat terpisah Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono SE MSi yang dihubungi membenarkan tentangbterjadinya peganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, untuk pelaku diduga mengalami keterbelakangan mental, sehingga setelah dilaksanakan klarifikasi baik dengan keluarga korban maupun pelaku yang masih bertetangga tersebut kedua belah pihak menerima hal tersebut sebagai musibah, untuk itu pelaku sampai saat ini tidak ditahan, untuk proses selanjutnya menunggu hasil perkembangan dilapangan yang akan dilaksanakan oleh Polsek Argomulyo, jelas Kapolres.

(Humas Polres Salatiga Polda Jateng)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password